Memulai koleksi uang kuno
Setiap orang mempunyai hobby yang berbeda, ada yang senang menonton film, ada yang senang memancing, ada juga yang senang mengumpulkan buku komik, dan lain sebagainya. Salah satu hobby yang cukup langka adalah mengumpulkan uang kuno, yang dalam bahasa kerennya disebut NUMISMATIK. Hobby yang satu ini termasuk unik karena kesukaran dalam memperoleh informasi maupun "barangnya" itu sendiri. Selain itu hobby jenis ini sangat menuntut kesabaran, ketelitian dan tentu keuangan yang mencukupi.
Untuk menjadi seorang kolektor yang baik, banyak sekali hal-hal yang perlu dipelajari. Pertama, seorang kolektor harus mempunyai minat dan kemauan untuk belajar. Banyak literatur dan perkumpulan yang dapat dijadikan acuan, seperti:
1. Katalog Uang Kertas Indonesia cetakan 1996, 2005 ataupun 2010
2. Katalog Uang Logam Indonesia
3. Standard Catalog of World Paper money (Krause)
4. Catalogue of paper money (Johan Mevius)
5. Catalog lelang dari berbagai balai lelang baik internasional maupun lokal
6. Majalah/literatur terbitan Asosiasi Numismatik Indonesia
7. Informasi dari internet seperti blog ini atau lain sebagainya
Dari sumber2 informasi tersebut di atas kita dapat mempelajari banyak hal tentang uang kuno seperti:
(1) Jenis atau seri, contoh: seri Sukarno 1960, seri Bunga Burung 1959, seri Pekerja 1958 dan sebagainya.
(2) Harga dari masing2 uang tersebut, yang sangat dipengaruhi oleh kualitasnya, semakin baik kualitas suatu uang tentu semakin mahal harganya, demikian juga sebaliknya. Karena itu sangatlah penting bagi para kolektor untuk mempelajari kualitas suatu uang. Terdapat istilah2 khusus tentang kualitas suatu uang, seperti Uncirculated, Extremely Fine, Very Fine, Fine, Very Good, Fair dan lain-lain.
Supaya tidak menimbulkan perbedaan pendapat tentang kualitas suatu uang kertas maka kalangan numismatik membutuhkan suatu standarisasi, yang disebut grading.
The international Bank Note Society (IBNS) menerapkan suatu standarisasi grading yang terdiri dari :
1. UNC atau Uncirculated : yaitu keadaan sempurna dengan semua sudut tajam, tidak ada cacat sedikitpun, bersih, dan permukaan kertas masih berkilau. Sebagai ilustrasi adalah selembar uang kertas yang diambil dari segepok uang baru yang masih tersegel.

Uncirculated (UNC)
2. AU atau Almost Uncirculated : keadaan uang yang hampir sama dengan di atas tetapi ada minor mishandling seperti lipatan pada sudut, atau lipatan halus pada bagian tengah, tetapi tidak boleh keduanya, selain itu kondisi uang harus bersih dan berkilau seperti aslinya, semua sudut harus tajam.
NICA 500 gulden kondisi Almost uncirculated (AU)
3. EF/XF atau Extremely Fine : kertas dalam keadaan baik, crisp atau kaku, masih memiliki kilau pada permukaan, dan memiliki maksimum 3 lipatan tipis atau satu lipatan tajam, sudut sedikit membundar.

Coen 500 gulden kondisi Extremely Fine (EF/XF)
4. VF atau Very Fine : uang kertas telah dipakai namun masih tetap crisp, ada sedikit kotor dan beberapa lipatan vertikal dan horisontal namun tidak sobek.

Wayang 200 gulden kondisi Very Fine (VF)
5. F atau Fine : uang telah sering terpakai dengan beberapa lipatan dan tidak crisp lagi, tidak terlalu kotor, mungkin ada sedikit sobek pada bagian margin tetapi tidak masuk ke gambar, warna masih jelas.

Gedung 30 gulden kondisi Fine (F)
6. VG atau Very Good : uang telah terpakai berkali-kali namun kertas masih utuh, terdapat sobekan pada sudut sehingga tidak tajam lagi, ada sobekan yang masuk hingga ke gambar, mungkin ada bekas karat, dan pada bekas lipatan mungkin ada lubang /sobekan kecil, kertas layu tetapi tidak ada bagian yang hilang karena sobek.

Coen 200 kondisi Very Good (VG)
7. G atau Good : uang telah lama dipakai, warna telah memudar, bekas lipatan yang berkali-kali telah menyebabkan lubang atau sobekan pada bagian pinggir, mungkin ada bekas karat, kotoran atau grafiti, ada bagian yang hilang karena sobek.

ORI 10 rupiah baru kondisi Good (G)
8. Fair : seluruh kertas layu dan kotor akibat pemakaian yang berat, uang telah rusak, terdapat sobekan besar dan ada bagian besar yang hilang.
3. EF/XF atau Extremely Fine : kertas dalam keadaan baik, crisp atau kaku, masih memiliki kilau pada permukaan, dan memiliki maksimum 3 lipatan tipis atau satu lipatan tajam, sudut sedikit membundar.

Coen 500 gulden kondisi Extremely Fine (EF/XF)
4. VF atau Very Fine : uang kertas telah dipakai namun masih tetap crisp, ada sedikit kotor dan beberapa lipatan vertikal dan horisontal namun tidak sobek.
Wayang 200 gulden kondisi Very Fine (VF)
5. F atau Fine : uang telah sering terpakai dengan beberapa lipatan dan tidak crisp lagi, tidak terlalu kotor, mungkin ada sedikit sobek pada bagian margin tetapi tidak masuk ke gambar, warna masih jelas.

Gedung 30 gulden kondisi Fine (F)
6. VG atau Very Good : uang telah terpakai berkali-kali namun kertas masih utuh, terdapat sobekan pada sudut sehingga tidak tajam lagi, ada sobekan yang masuk hingga ke gambar, mungkin ada bekas karat, dan pada bekas lipatan mungkin ada lubang /sobekan kecil, kertas layu tetapi tidak ada bagian yang hilang karena sobek.
Coen 200 kondisi Very Good (VG)
7. G atau Good : uang telah lama dipakai, warna telah memudar, bekas lipatan yang berkali-kali telah menyebabkan lubang atau sobekan pada bagian pinggir, mungkin ada bekas karat, kotoran atau grafiti, ada bagian yang hilang karena sobek.

ORI 10 rupiah baru kondisi Good (G)
8. Fair : seluruh kertas layu dan kotor akibat pemakaian yang berat, uang telah rusak, terdapat sobekan besar dan ada bagian besar yang hilang.
9. P atau Poor : uang telah rusak berat akibat sobekan, karat, bagian yang hilang, grafiti ataupun lubang yang besar, mungkin ada bekas tambalan atau bekas potongan (trimming) pada bagian tepi untuk menutupi bagian yang rusak. Uang yang masuk kategori ini tidak layak dikoleksi kecuali hanya sebagai pengisi sementara atau memang termasuk uang yang sangat langka.
Ada kalanya kualitas suatu uang kertas ada di antara 2 kategori, dalam kasus ini sebagian kolektor memakai istilah PLUS (+), MINUS (-) atau penambahan huruf a kecil (ABOUT), contohnya:
1. VF+ (Very Fine Plus), berarti grade berada di antara VF dengan EF tetapi lebih cenderung ke VF
2. VF++ (Very Fine Plus Plus) berarti gradenya berada di antara VF dengan EF tetapi lebih cenderung ke EF
3. aEF (About Extremely Fine), berarti gradenya hampir atau kira-kira berada di EF
4. UNC- (Uncirculated Minus), berarti hampir UNC dengan hanya sedikit sekali kekurangan
Semua cacat yang terdapat pada uang kertas juga harus disebutkan agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti:
1. Coretan atau grafiti
2. Bekas selotip, lem atau karat
3. Lubang staples atau pin hole
4. Trimming atau bagian tepi yang di potong
5. Pressing atau disetrika
6. Cleaning, washing atau dicuci dengan menggunakan cairan pembersih
7. Repair atau perbaikan berupa tambalan atau lainnya
Adanya kondisi2 tertentu akan menyebabkan grading uang kertas tersebut menjadi turun sedikitnya satu tingkat.
1. Coretan atau grafiti
2. Bekas selotip, lem atau karat
3. Lubang staples atau pin hole
4. Trimming atau bagian tepi yang di potong
5. Pressing atau disetrika
6. Cleaning, washing atau dicuci dengan menggunakan cairan pembersih
7. Repair atau perbaikan berupa tambalan atau lainnya
Adanya kondisi2 tertentu akan menyebabkan grading uang kertas tersebut menjadi turun sedikitnya satu tingkat.
.
Sekalipun telah ada standarisasi, perbedaaan grading antara para kolektor seringkali terjadi, masalah ini dapat timbul akibat beberapa faktor misalnya pengalaman, pencahayaan dan suasana yang berbeda. Grading sepantasnya dilakukan oleh orang ketiga yang berpengalaman dan tidak terlibat dalam transaksi.
Sekalipun telah ada standarisasi, perbedaaan grading antara para kolektor seringkali terjadi, masalah ini dapat timbul akibat beberapa faktor misalnya pengalaman, pencahayaan dan suasana yang berbeda. Grading sepantasnya dilakukan oleh orang ketiga yang berpengalaman dan tidak terlibat dalam transaksi.
.
Beberapa macam istilah grading dalam berbagai bahasa
Beberapa macam istilah grading dalam berbagai bahasa
1901-1924 (seri Coen I)
Seri Coen I hanya terdiri dari satu pecahan saja, yaitu 5 gulden. Terdapat 2 variasi nomor seri yaitu hitam dan merah. Terdapat setidaknya 9 jenis tanda tangan ditambah satu variasi tanda tangan no 18 yang terdiri dari 2 jenis warna nomor seri, sehingga total semua terdapat 10 variasi.
.
.
Pengaman
Uang ini memiliki pengaman berupa tanda air (watermark) berupa bertulisan JB besar dengan gaya Gothic, bentuknya seperti pada gambar berikut :

Watermark berupa tulisan JB besar
.
.
VARIASI
.
Mari kita lihat variasi yang ada menurut katalog PICK 12th edition DVD

Menurut Pick, uang yang diberikan nomor urut 61 ini dibedakan berdasarkan warna nomor serinya:
.
61a : warna nomor seri hitam (2 huruf 5 angka)61b : warna nomor seri ada yang hitam dan merah
61c : warna nomor seri merah (2 huruf 6 angka)
.
.
Bila diperhatikan dengan lebih teliti ternyata terdapat perbedaan text undang-undang pada bagian sisi belakang, seri dengan tanda tangan no 10 sampai dengan 16 memiliki text yang berbeda dengan yang 17 dan seterusnya. Menurut informasi yang saya dapatkan dari seorang kolektor, kemungkinan peralihannya terjadi pada variasi tanda tangan nomor 17 (KF van den Berg-Zeilinga) di sekitar tahun 1917 dengan 1918. Silahkan perhatikan gambar berikut:
.
.
.
Bila diperhatikan dengan teliti terdapat beberapa kekurangan atau kesalahan pada semua katalog yang ada:
.
Mevius : hanya melampirkan 7 jenis variasi tanda tangan tetapi dengan tepat membedakan variasi text undang-undang dan perbedaan nomor seri warna hitam dan merah pada variasi no 18.
PICK: 61b yang terdiri dari 2 jenis warna nomor seri diberikan pada variasi no 17 (KF van den Berg-Zeilinga), padahal yang benar adalah variasi no 18 (L von Hemert-Zeilinga). Jadi seharusnya yang tepat adalah:
61a : Signature 10, 13, 14, 15, 16, 17
61b : Signature 18
61c : Signature 19, 20
KUKI : hanya menampilkan 4 jenis variasi tanda tangan dan kesalahan gambar sisi belakang uang no H-117. Gambar tersebut bukan milik uang yang sama melainkan milik H-117B, selain itu terjadi penghilangan stempel SPECIMEN pada semua gambar uang-uang tersebut.
.
.
Mari kita lihat variasi tanda tangan yang sampai saat ini telah terdata:
.
1. JFH de Vignon Vandevelde dengan J Reijsenbach (1899-1901)
Pick 61a variasi tanda tangan no 10, Mevius 128a atau H-117
2. AF van Suchtelen dengan J Reijsenbach (1902-1906)
Pick 61a variasi tanda tangan no 13
Gambar belum ditemukan, mohon bantuan teman-teman
.
.
3. AF van Suchtelen dengan G Vissering (1906-1908)
Pick 61a variasi tanda tangan no 14
4. J Gerritzen dengan G Vissering (1908-1912)
Pick 61a variasi tanda tangan no 15 atau Mevius 128b
.
5. J Gerritzen dengan EA Zeilinga (1912-1913)
Pick 61a variasi tanda tangan no 17, Mevius 128c atau H-117B
Pick 61b variasi tanda tangan no 18 atau Mevius 128d
Pick 61b variasi tanda tangan no 18, Mevius 128e atau H-117C
.
9. JF van Rossem dengan EA Zeilinga (1922-1924)
Pick 61c variasi tanda tangan no 19 atau Mevius 128f
.
10. JF van Rossem dengan LJA Trip (1924-1928)
Pick 61c variasi tanda tangan no 20 atau Mevius 128g
.
.
.
Seri Coen I ini seringkali disebut sebagai seri Coen kecil alias Coen baby. Mungkin karena pecahannya yang bernilai kecil. Seri ini cukup sulit ditemukan dalam keadaan baik, apalagi yang bernomor seri hitam. Variasi SPECIMEN bernomor jalan seperti pada gambar di atas lebih banyak ditemukan dibanding seri non specimennya, sehingga harga variasi SPECIMEN menjadi lebih murah sekitar 30-50%nya. Ada kemungkinan terdapat variasi tanda tangan yang belum terdata, bila diantara teman-teman ada yang memilikinya dimohon kesediaannya untuk menghubungi penulis sehingga pengetahuan kita menjadi bertambah. Karena variasi tanda tangan cukup banyak, rasanya tidak mungkin kita bisa mengumpulkan semuanya secara lengkap. Jadi saran saya, cukup kumpulkan satu lembar yang bernomor seri hitam dan satu lembar yang merah.
.
.
Jakarta 22 Oktober 2010
Kritik dan saran hubungi : arifindr@gmail.com
Sumber:
KUKI, Mevius, Pick (DVD)
Koleksi gabungan antara teman2 kolektor
Rabu, 29 Juli 2009
1920 (seri munbiljet II)
Seri ini terdiri dari 3 pecahan yaitu:
Pecahan 1/2 gulden


Pecahan 1/2 gulden 1920
Pecahan 1/2 gulden
Pecahan 1/2 gulden 1920
Bergambar lambang kerajaan Belanda baik di sisi depan maupun belakang. Tanggal tercetak 14 Januari 1920. Uang ini masih relatif sering ditemukan, tetapi untuk yang berkondisi baik sudah cukup sulit didapat. Nomor seri hanya terdiri dari 2 huruf diikuti 5 angka.
Karena tidak adanya pengaman seperti watermark maka jenis muntbiljet rentan pemalsuan. Untuk membedakannya cukup sulit, apalagi khusus untuk pecahan 1/2 gulden terdapat 2 variasi yaitu :
a. Terdapat serat-serat biru di seluruh kertas uang
b. Polos, sama sekali tanpa serat
Variasi pertama karena ada serat biru maka jelas berbeda dari yang palsu, tetapi variasi kedua karena tidak adanya serat biru maka sangat sulit membedakannya dengan yang palsu. Sayang sekali saya tidak memiliki versi palsunya atau mungkin ada diantara teman-teman yang memiliki dan bersedia membagi gambar kepada para pembaca?
Ada pendapat dari beberapa kolektor yang menganggap versi kedua justru palsu mengingat pecahan-pecahan lainnya selalu memiliki serat-serat biru sebagai pengaman.

Dua variasi kertas, serat biru (atas) dan polos (bawah)
Pecahan 1 gulden

Dua variasi kertas, serat biru (atas) dan polos (bawah)
Pecahan 1 gulden
Pecahan ini memiliki kesulitan beberapa kali lipat dibandingkan pecahan 1/2 gulden. Tanggal tercetak adalah 1 Januari 1920.
Semua pecahan ini memiliki pengaman berupa serat2 biru dan terdiri dari 2 variasi nomor seri yaitu:
Secara teori variasi dua huruf jelas baru dipakai setelah variasi 1 huruf habis digunakan. Yang mana yang lebih sulit ditemukan? Kita coba hitung secara sederhana:
Variasi satu huruf terdapat sekitar 26 abjad (kalau dipakai semua) dikali 999999 (juga kalau dipakai semua) = sekitar 26 juta lembar. Sedangkan untuk variasi 2 huruf kita ambil yang tertinggi adalah seri BX seperti pada KUKI 2010 (sangat mungkin ada abjad yang lebih besar dari BX), yang berarti terdapat sekitar 26 abjad untuk AA s/d AZ dan 24 abjad untuk BA s/d BX atau total sekitar 50 urutan (bila terpakai semua) dikali 999999 (juga kalau terpakai semua) = 50 juta lembar.
Dari perhitungan sederhana di atas dapat disimpulkan bahwa variasi satu huruf memiliki tingkat kelangkaan minimal 2 kali lipat dibandingkan temannya variasi 2 huruf.
Pecahan 2,50 gulden
.
.
Pecahan 2,50 gulden
.
.
Entah mengapa pecahan ini ditulis 2.50 gulden. Tidak seperti pecahan kecil lainnya yang tercetak 2 1/2 gulden. Pengaman juga berupa serat biru halus, bertanggal 1 Mei 1920 dan memiliki 2 variasi nomor seri:
.
a. 1 huruf 6 angka
.
b. 2 huruf 6 angka
.
Tingkat kesulitan variasi 1 huruf juga lebih tinggi dibandingkan dengan yang dua huruf. Harga pecahan ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan pecahan-pecahan lainnya.
.
b. 2 huruf 6 angka
.
Tingkat kesulitan variasi 1 huruf juga lebih tinggi dibandingkan dengan yang dua huruf. Harga pecahan ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan pecahan-pecahan lainnya.
.
.
Semua seri muntbiljet II ditandatangani oleh 3 pejabat :
1. Presiden De Javasche Bank T.E.A Zeilinga
2. Direktur De Javasche Bank K.F van den Berg
3. Direktur Keuangan Talman
3 tanda tangan pada seri munbiljet II
.
.
Harga menurut KUKI 2010 adalah:
Pecahan 1/2 gulden Rp.500.000 s/d Rp.1.750.000
Pecahan 1 gulden Rp.800.000 s/d Rp.3.000.000
Pecahan 2.50 gulden Rp.1.000.000 s/d Rp.5.000.000
Sekali lagi saya tekankan harga pasar yang sesungguhnya belum tentu sama dengan harga KUKI.
.
.
Versi lain:
.
Pada salah satu lelang internasional pernah ditawarkan satu set pecahan 1/2 gulden PROOF. Set ini terdiri dari 5 lembar uang dengan berbagai bentuk separasi warna. Sudah tentu set ini sangat langka dan tidak pernah terlihat sama sekali. Set ini ditawarkan seharga Rp.15 juta.
.
1/2 gulden 1920 PROOF dengan separasi warna
.
.
Sangat mungkin terdapat variasi-variasi lainnya yang tidak pernah terlihat. Bila ada yang memiliki dan bersedia membagi gambar maka dengan senang hati saya akan memuatnya.
.
.
.
Jakarta 7 September 2010
Kritik dan saran hubungi arifindr@gmail.com
1925-1931 (seri Coen II)
Seri JP Coen mulai dicetak tahun 1925 dan berakhir sekitar tahun 1931. Terdiri dari pecahan yang lengkap dari 5 sampai dengan 1000 gulden. Tingkat kesulitan seri ini sangat bervariasi mulai dari sangat mudah ditemukan (pecahan 25 gulden) sampai sangat-sangat sulit didapatkan (pecahan 300 gulden). Seperti apa bentuk seri ini, mari kita lihat.
Pecahan 10 gulden
Pecahan 25 gulden
Pecahan 50 gulden
Pecahan 100 gulden
Pecahan 200 gulden
Pecahan 300 gulden
Pecahan 500 gulden
Pecahan 1000 gulden
Dari semua pecahan-pecahan di atas, masih dapat dibedakan lagi menurut variasi tanda tangannya. Menurut data dari katalog Mevius dan KUKI, seri Coen terdiri dari berbagai jenis variasi tanda tangan seperti pada tabel di bawah ini :

Variasi tanda tangan pada seri Coen.
Dari semua variasi tanda tangan tersebut, 2 diantaranya yang diberikan tanda (+) masih berupa tanda tanya, karena baru dilaporkan tetapi belum pernah terlihat secara fisik, sehingga keberadaannya masih berupa tanda tanya.
Kelangkaan beberapa variasi sudah bukan rahasia lagi, Coen 300 gulden contohnya, mungkin tidak lebih dari 10 lembar yang pernah terdengar tetapi yang benar-benar pernah terlihat secara nyata sejauh ini tidak lebih dari 5 lembar saja. Bila diurutkan, tingkat kelangkaan seri Coen adalah sbb:
1. Coen 300 gulden (sangat sulit ditemukan)
2. Coen 500 gulden
3. Coen 1000 gulden
4. Coen 200 gulden
5. Coen 50 gulden
6. Coen 5 gulden
7. Coen 10 gulden
8. Coen 100 gulden
9. Coen 25 gulden (sangat mudah ditemukan)
Sedangkan bila digabung dengan variasi tanda tangan, 5 urutan tersulit sekaligus termahal adalah sbb:
1. Coen 300 gulden
2. Coen 1000 gulden tt Praasterink
3. Coen 500 gulden tt Praasterink
4. Coen 200 gulden tt Lighart
5. Coen 200 gulden tt Praasterink
Tetapi apakah benar urutannya demikian? Atas dasar apa urutan ini dibuat? Apakah hanya berdasarkan dugaan saja? Untuk kepastiannya silahkan membaca Info Uang Kuno 16 yang akan membahas tuntas rahasia uang kertas seri JP Coen.
Dengan begitu banyaknya variasi tanda tangan ditambah sulitnya mendapatkan pecahan2 tertentu, maka sampai saat ini boleh dikatakan hampir tidak ada seorang kolektorpun yang bisa memiliki seri ini secara lengkap. Bahkan banyak diantara para kolektor senior yang dalam seumur hidupnya tidak pernah sekalipun bisa memiliki 4 pecahan terbesar. Jadi pesan saya untuk teman-teman semua, janganlah kecewa bila anda tidak bisa mengoleksi seri ini secara lengkap. Walaupun tipis harapan, tetaplah berusaha.
Harga
.
Banyak teman-teman bertanya berapa perkiraan harga untuk masing2 pecahan seri Coen. Sungguh merupakan persoalan yang rumit untuk menentukan harga, apalagi karena seri ini termasuk seri favorit yang selalu diburu oleh para kolektor maka tidaklah mengherankan bila harga selalu berubah. Untuk saat ini saya memberikan patokan harga berdasarkan KUKI 2010:
Pecahan 5 gulden: berkisar dari Rp.50.000 s/d Rp.1.000.000
Pecahan 10 gulden: Rp.150.000 s/d Rp.1.500.000
Pecahan 25 gulden: Rp.150.000 s/d Rp.1.250.000
Pecahan 50 gulden: Rp.250.000 s/d Rp.5.000.000 (variasi Lighart)
Pecahan 100 gulden: Rp.500.000 s/d Rp.3.500.000
Pecahan 200 gulden: Rp.4.000.000 s/d Rp.25.000.000
Pecahan 300 gulden: Rp.25.000.000 s/d Rp.60.000.000
Pecahan 500 gulden: Rp.5.000.000 s/d Rp.27.000.000
Pecahan 1000 gulden: Rp.6.000.000 s/d Rp.30.000.000
Seperti biasa, selalu saya ingatkan bahwa harga-harga tercantum bukanlah patokan mati, semuanya harus dinilai dengan bijak. Harga tertinggi menurut KUKI adalah harga untuk variasi tersulit, sedangkan untuk variasi biasa, harga sekitar 25-50% lebih rendah.
Variasi-variasi lainnya
.
.
Ternyata selain versi beredarnya, seri Coen ini juga memiliki variasi lain yang tentunya lebih langka lagi. Jangan bertanya soal harga, bisa melihatnyapun kita sudah beruntung. Mari kita lihat beberapa jenis variasi-variasi tersebut:
1. SPECIMEN ND 00000
.
Variasi super langka, hanya pernah terlihat 1-2 kali saja dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Sangat jarang ditemukan dalam bentuk satu set lengkap.
Pecahan 5 gulden SPECIMEN
Pecahan 10 gulden SPECIMEN
Pecahan 25 gulden SPECIMEN
Pecahan 50 gulden SPECIMEN
Pecahan 100 gulden SPECIMEN
Pecahan 200 gulden SPECIMEN
Pecahan 300 gulden SPECIMEN
Pecahan 500 gulden SPECIMEN
Seluruh uang SPECIMEN di atas bernomor seri ND 00000 dan bertanggal fiktif 31 Februari 9876. Apa arti dibalik angka2 tersebut masih belum diketahui. Kita sungguh beruntung bisa melihat seri ini secara lengkap.
2. SPECIMEN I
.Variasi ini bernomor seri jalan, tetapi di stempel SPECIMEN. Sering disebut sebagai specimen jalan. Kedua pecahan di bawah ini diambil dari gambar salah satu balai lelang internasional.
3. SPECIMEN II
Bernomor seri jalan tetapi memiliki perforasi (lubang2) bertulisan tanggal fiktif dengan stempel SPECIMEN. Sangat langka dan hampir tidak pernah terlihat dipasaran. Apalagi dalam bentuk satu set lengkap.

Pecahan 1000 gulden SPECIMEN bernomor seri jalan dengan perforasi
Pecahan 1000 gulden SPECIMEN bernomor seri jalan dengan perforasi
4. PROOF
Selain bentuk-bentuk di atas, ternyata terdapat juga bentuk proof nya. Bernomor seri GP 01234 -GP 56789, bertanggal fiktif dan tidak bertanda tangan. Bentuk yang sangat langka.
Setelah melihat bentuk dan macam2 variasinya, sekarang saya akan mencoba untuk menerangkan rahasia yang tersembunyi di balik seri JP Coen ini. Harap diketahui bahwa pembahasan yang akan diterangkan bersifat umum sehingga kita menjadi mengerti dan lebih menghargai uang2 koleksi kita.
Setiap uang JP Coen, memiliki beberapa keterangan:
.
1. Nomor seri, terdiri dari prefiks 2 huruf dan 5 angka yang selalu dimulai dengan angka 0
2. Tanda tangan dengan berbagai variasi
3. Tanggal cetak, terdiri dari kata BATAVIA diikuti tanggal, bulan dan tahun
4. Kode kontrol yang terletak di sudut kanan bawah sisi belakang
Semua tanda2 itu dibuat bukan sembarangan, tetapi memiliki aturan dan pola tertentu yang bila dikumpulkan akan memberikan keterangan yang sangat penting dan berharga. Saya coba untuk mengupasnya satu demi satu, silahkan membaca di Info Uang Kuno 16.
sumber: www.uang-kuno.com






No comments:
Post a Comment